Senin, 30 November 2015

TDADP Chapter 6 [Bahasa Indonesia]

Delay lamaaaaaa~ Ahahahah

Banyak presentasi akhir-akhir ini, alhasil telat publish :'
Status screen di chapter ini juga banyak, koding HTMLnya agak bikin gua pingin males-malesan, ahahah.

__________________________________________________________________________________

Chapter 006: Level Up!

Aku akhirnya bisa menggerakkan tubuhku ketika matahari telah terbenam. Seluruh badanku masih saja terasa sakit tapi aku tak ingin nenek Stella mengkhawatirkanku. Aku berjalan keluar dari desa Resser dan dengan badan tergopoh aku tiba di kandang babi.

Tak seperti babi biasanya. Tubuhnya sebesar orang dewasa dengan wajah babi. Mereka yang biasanya disebut “Orcs”. Mereka bisa dikandang karena mereka dibawah sihir pembudakan. Nenek Stella berkata padaku bahwa mereka biasanya digunakan untuk pekerjaan kasar karena kekuatan mereka.

Ada tiga orc yang berada di dalam, tetapi aku hanya fokus pada satu saja.

____

Jendela Status :
Nama : **** Ras : Orc
Rank : 1 Level : 3
HP : 153 MP : 6
Kekuatan : 61 Kecepatan : 6
Tenaga : 101 Kecerdasan : 3
Sihir : 2 Keberuntungan : 2
Skill Pasif:
Physical Strenght Up Lv. 1 Breeding Lv. 1
Skill Aktif:
Tidak ada -
Skill Spesial:
Tidak ada -


____

Aku tak tau kalau Orc ini punya nama atau aku tak bisa membacanya sama sekali. Orc ini juga tak punya «pekerjaan» tetapi mereka mempunyai «rank».

Aku berkonsentrasi pada mataku untuk melatih skill spesialku Depriver.

Pertama, skill ini pasti ada kaitannya dengan jarak pandangku. Kedua, kepalaku sakit sekali ketika aku menggunakanny. Ketiga, tingkat keberhasilan dan jarak efektif skill ini adalah satu meter.

Setelah mencoba tiga kali, aku berhasil mendapatkan Physical Strength Up Lv. 1. Dari kedua orc yang tersisa, aku mencoba untuk merampas skill mereka juga. Walaupun level skill masih tetap 1, efek Physical Strength Up meningkat sangat tajam. Aku mengambil batu dan melemparnya. Batu itu terlempar sampai hampir 100 meter. Hal yang aku khawatirkan hanyalah “Kartu Guild” yang asli. Karena kartu itu bisa menampilkan status dan skill.

Bila Hage menyadari bawa skill-nya telah hilang, yang pasti dituduh adalah aku. Bukan karena apa-apa tapi karena rambut dan mmata hitam yang “terkutuk” ini. Aku bertemu nenek Stella diperjalanan pulang. Dia khawatir karena aku telat pulang kerumah, jadi dia mencariku. Melihat lukaku, dia terisak. Aku tak ingin dia khawatir dan sedih.

Keberadaan nenek Stella sangat penting bagiku. Di duniaku sebelumnya, ayah tiriku saja tak pernah sebaik ini padaku. Ayah tiriku bahkan kadang-kadang mengarahkan rasa frustasinya padaku, seperi penagih hutang itu. Nenek Stella memberikan kehangatan pada hatiku.

Dihari berikutnya, aku memata-matai Hage. Sepertinya dia belum menyadari bahwa skill-nya hilang. Dia tertawa sepertinya biasanya dan seperti biasanya pun dia mengambil quest memburu Gobin lainnya. Aku mengikutinya dari kejauhan tanpa diketahui. Hanya beberpa menit dari dalam hutan, beberapa goblin memperlihatkan diri mereka. Tentu saja mereka dibunuh dengan mudahnya.

Gunung ini, aku sangat tau daerah sekitarnya karena di sinilah aku mengumpulkan tanaman herbal. Selagi Hage melawan beberapa goblin, aku memutuskan untuk membayar kebaikan hatinya. Dengan menggunakan batu, aku memancing beberapa goblin sambil bersembunyi dan menuntun mereka ke lokasi Hage. Pada awalnya hanya dua goblin yang ku pancing dan setiap waktu meningkat karen Hage masih bertarung. Pada saat aku memancing goblin di daerah ini, Hage sedang melawan tiga puluh goblin. Dia terbiasa melawan goblin dan sudah membunuh sepuluh goblin selagi aku mengumpulkan tigapuluh goblin yang lain.

Akan tetapi dari tiga puluh goblin yang kupancing, dua dari mereka terlihat berbeda. Penampilan mereka tak seperti biasanya.

____

Jendela Status :
Nama : **** Ras : Goblin Mage
Rank : 1 Level : 6
HP : 45 MP : 33
Kekuatan : 10 Kecepatan : 11
Tenaga : 17 Kecerdasan : 10
Sihir : 16 Keberuntungan : 8
Skill Pasif:
Breeding Lv. 1
Skill Aktif:
Black Magic -
Skill Spesial:
Tidak ada -
____

Jendela Status :
Nama : **** Ras : Goblin Priest
Rank : 1 Level : 8
HP : 41 MP : 28
Kekuatan : 8 Kecepatan : 10
Tenaga : 16 Kecerdasan : 12
Sihir : 18 Keberuntungan : 6
Skill Pasif:
Breeding Lv. 1
Skill Aktif:
White Magic Lv. 1
Skill Spesial:
Tidak ada -
____

“Whoa!”

Pikiranku menggila ketika aku melihat skill sihir. Ketika kedua goblin tersebut bergabung, keadaan menjadi terbalik. Goblin yang terluka diobati oleh «goblin priest» dan Hage kesulitan menahan serangan sihir yang dikeluarkan oleh «goblin mage».

“Heeel…”

“Firebaugh…”

“Oh tidak!”

Ketika mereka sibuk bertarung, aku mendekati kedua goblin itu secara diam-diam.

Devriper.”

Setelah beberapa kali percobaan dan terserang sakit kepala, aku berhasil mendapatkan Black Magic Lv. 1 dan White Magic Lv. 1.

“Firebaugh!”

«Goblin Mage» mencoba untuk membacakan sebuah mantra tetapi «Fireball» tak berhasil di tembakkan.

“?!?”

«Goblin Mage» itu kebingungan. Dengan mengambil keuntungan dari kebingungan goblin tersebut, aku melemparkan sebuah batu yang telah aku siapkan sebelumnya. Lemparan itu mepunyai kekuatan yang bisa membuat batu sebesar telapak tanganku terlempar sejaauh 100 meter. Dengan menggunakan Body Enhance bisa mencapai kekuatan itu, Batu yang aku lempar dengan mudahnya menghanculkan kepala goblin.

Tubuh «Goblin Mage» itupun jatuh dan menyebabkan «Goblin Priest» panik. “Heel…”dia membacakan mantra sihir, namun tentu saja tak terjadi apa-apa. Dengan melemparkan batu yang lainnya, aku mengakhiri hidupnya.

Kondisi Hage sekarang tidaklah begitu bagus. Hanya lima goblin yang tersisa tetapi tangan kirinya telah sobek dan darah keluar dari kaki kirinya.

Sword Strike!”

Serangan yang simpel menggunakan pedang secara dua kali berurutan.

“Apa yang terjadi? Kenapa skill ini tidak aktif?”

Hage marah tetapi sumber kemarahannya munkin kerena aku mengambill skill Swordmanship-nya darinya.

Para goblin itu berhasil membuat Hage terjatuh ketanah selagi dia membunuh salah satu goblin. Sayangnya salah satu goblin tersebut menyadari keberadaanku.

“Giiii!”

Mereka meninggalkan Hage dan berfokus kepadaku yang tak terluka. Mereka mungkin berpikir aku adalah ancaman yang lebih besar daripada Hage yang terluka.

Aku mengulangi cara yang sama yang kulakukan untuk membunuh «goblin mage» dan «goblin priest». Batu yang dilempar kearah mereka sudah cukup untuk mengakhiri hidup mereka. Lemparanku beberapa ada yang meleset namun banyak batu yang tersedia di tanah, jadi amunisiku tak terbatas.

Setelah aku selesai dengan para goblin, aku menghampiri Hage.

“Fiuh… Aku berhasil bertahan hidup… Terima kasih…”

“Kau bilang bahwa aku salah paham dengan kebaikan para penduduk desa. Apakah kau tak merasa kau telah berbuat yang sama sekarang?”

“Ugh… apa yang kau maksud? Itu hanyalah masa lalu.”

“Kau bodoh atau apa? Apakah kau tak berpikir bahwa situasi ini aneh kalau goblin terus menerus menghampirimu dan mengeroyokimu?”

“Kau… kau… ini kau yang melakukannya!”

Dia melihatku dengan mata pembunuh. Tetapi aku tak peduli dan mengaktifkan Depriver-ku.”

Pada akhirnya, Physical Strength Up, Sword Strike dan Body Enhance miliknya aku rampas.

“Aku berterimakasih atas segala ‘bantuan’mu selama ini. Kali ini aku akan membalas ‘kebaikan’mu.

Ketika aku mengatakan itu, dia langsung paham apa yang akan aku lakukan.

“Tunggu… itu bukan sesuatu yang personal… aku disuruh guild. Mereka ingin menyingkirkanmu. Aku dipaksa melakukannya.

“Kau tau, kau bisa saja menolak”

“Tunggu!... Tunggu!... Aku…”

Aku melemparkan batu kewajahnya pada jarak yang sangat dekat. Batu itu tertanam sangat dalam di wajahnya.

Ini pertama kalinya aku membunuh seseorang. Namun aku tak merasakan apa-apa…

Mungkin rasa empatiku telah lama hilang sejak saat ayah tiriku mempunyai kebiasaan untuk menyiksaku.
Mungkin selama ini hatiku telah rusak. Aku pun mengambil perlengkapan dan uang milik Hage.


Perlengkapan Hage
Jenis Nama Grade Efek
Senjata «Long Sword» 6 -
Jirah «Leather Armour» 6 -
Sepatu «Leather Boots» 6 -
____

Kemudian aku melihat status-ku

____

Jendela Status :
Nama : Yu Sato Ras : Manusia
Pekerjaan : Tidak ada Level : 4
HP : 23 MP : 31
Kekuatan : 6 Kecepatan : 10
Tenaga : 8 Kecerdasan : 25
Sihir : 8 Keberuntungan : 1
Skill Pasif:
Swordmanship Lv. 1 Physical Strenght Up *new* Lv. 1
Skill Aktif:
Body Enhance Lv. 1 Black Magic *new* Lv. 1
White Magic *new* Lv. 1 Sword Strike *new* Lv. 1
Skill Spesial:
Unknown World Magic Eyes Lv. 2 Depriver Lv. 1

____

Physical Strength Up dan Body Enhance telah naik level-nya setelah aku merampas Hage.

“Tujuan berikutnya adalah Guild.”


__________________________________________________________________________________
Chapter Sebelumnya Table of Content Chapter Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar